Fenomena Mukbang Ala Korea sudah lama menjadi bagian dari budaya populer Korea Selatan. Istilah mukbang sendiri berasal dari gabungan kata meokneun (makan) dan bangsong (siaran), yang menggambarkan aktivitas makan dalam porsi besar sambil ditonton orang lain.

BACA JUGA : Sensasi BBQ Korea Autentik di Jakarta

Seiring berkembangnya tren kuliner global, konsep mukbang kini bertransformasi dan beradaptasi dengan berbagai gaya makan, salah satunya yang paling digemari di Jakarta adalah mukbang ala Korean BBQ.

Mukbang Korean BBQ

Mukbang identik dengan jumlah makanan yang melimpah, suara makan yang menggugah, dan ekspresi menikmati setiap suapan. Sementara itu, Korean BBQ menawarkan pengalaman makan interaktif: daging dipanggang langsung di meja, aroma asap yang menggoda, dan variasi lauk pendamping yang berlimpah. Ketika dua konsep ini digabungkan, lahirlah pengalaman makan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghibur.

Di Jakarta, gaya makan ini sangat cocok dengan karakter masyarakat urban yang gemar mencoba hal baru, berbagi pengalaman di media sosial, dan menikmati makan sebagai bagian dari hiburan.

Ciri Khas Mukbang Korean BBQ di Jakarta

Mukbang Korean BBQ versi Jakarta memiliki beberapa ciri unik yang membedakannya dari versi Korea asli:

  1. Porsi Besar dan Variatif
    Daging sapi, ayam, hingga seafood disajikan dalam jumlah melimpah. Tidak jarang satu meja dipenuhi berbagai potongan daging dengan bumbu berbeda, dari yang polos hingga marinasi manis atau pedas.
  2. Konsep All You Can Eat (AYCE)
    Banyak tempat Korean BBQ di Jakarta mengusung konsep makan sepuasnya. Inilah yang membuat mukbang terasa “resmi”, karena pengunjung bebas memanggang dan makan dalam jumlah besar tanpa harus menghitung porsi satu per satu.
  3. Side Dish Melimpah
    Kimchi, acar lobak, salad kentang, hingga saus khas menjadi pelengkap wajib. Side dish ini bukan hanya pendamping, tapi juga bagian penting yang menambah kesan rame dan penuh di meja makan—ciri khas mukbang.
  4. Suasana Sosial dan Ramai
    Mukbang di Jakarta jarang dilakukan sendirian. Biasanya dilakukan bersama teman atau keluarga, menciptakan suasana makan yang ramai, penuh obrolan, dan tawa.

Mengapa Mukbang Korean BBQ Populer di Jakarta?

Ada beberapa alasan kenapa konsep ini cepat diterima:

  • Budaya Nongkrong
    Jakarta punya budaya kumpul yang kuat. Korean BBQ mendukung aktivitas ini karena proses memanggang membuat orang betah duduk lama sambil ngobrol.
  • Konten Media Sosial
    Asap panggangan, daging yang sizzling, dan meja penuh makanan sangat “instagramable” dan cocok dijadikan konten video pendek ala mukbang.
  • Pengalaman, Bukan Sekadar Makan
    Mukbang Korean BBQ bukan cuma soal kenyang, tapi soal pengalaman: memanggang sendiri, memilih saus, dan menikmati makanan secara perlahan.

Adaptasi Rasa Lokal

Menariknya, di Jakarta, mukbang Korean BBQ sering mengalami adaptasi rasa. Beberapa tempat menambahkan sambal, saus pedas khas Nusantara, atau pilihan daging yang disesuaikan dengan selera lokal. Inilah yang membuat mukbang Korean BBQ di Jakarta terasa lebih dekat dan relevan bagi penikmat kuliner Indonesia.

Mukbang ala Korean BBQ di Jakarta adalah contoh bagaimana tren global bisa beradaptasi dengan budaya lokal. Perpaduan porsi besar, konsep makan interaktif, dan suasana sosial membuat pengalaman ini lebih dari sekadar makan besar. Ia menjadi ajang berkumpul, hiburan, dan eksplorasi rasa dalam satu meja yang penuh asap dan tawa. Tidak heran jika mukbang Korean BBQ terus menjadi favorit dan bagian dari gaya hidup kuliner urban Jakarta.