Korean BBQ atau Gogigui dikenal bukan hanya karena teknik memanggangnya yang seru, tapi juga karena pilihan potongan daging yang sangat spesifik. Setiap potongan punya tekstur, rasa, dan cara menikmati yang berbeda.

BACA JUGA : Samgyeopsal Perut Babi Favorit Banyak Orang

Inilah yang membuat Korean BBQ terasa lebih “niat” dibanding sekadar bakar daging biasa. Artikel ini akan membahas jenis potongan daging ala Korean BBQ lengkap dengan karakter dan keunggulannya, agar kamu paham kenapa tiap potongan diperlakukan berbeda di atas grill.

1. Samgyeopsal – Perut Babi Favorit Banyak Orang

Samgyeopsal adalah Potongan Daging BBQ perut babi tanpa tulang yang sangat populer di Korea. Daging ini memiliki lapisan lemak dan daging yang seimbang, sehingga menghasilkan rasa gurih alami saat dipanggang. Lemaknya akan meleleh di atas grill dan menciptakan aroma khas yang menggoda.

Tekstur samgyeopsal cenderung kenyal namun tetap juicy. Biasanya dipotong tebal dan dipanggang tanpa bumbu terlebih dahulu. Setelah matang, daging dipotong kecil lalu dimakan dengan ssam (daun selada), bawang putih, saus ssamjang, dan irisan cabai. Kesederhanaannya justru jadi daya tarik utama.

2. Chadolbagi – Brisket Iris Tipis yang Cepat Matang

Chadolbagi berasal dari bagian brisket sapi yang diiris sangat tipis. Karena irisan tipis ini, chadolbagi matang dalam hitungan detik saat menyentuh grill panas. Lemak halus yang menyebar di dagingnya memberi rasa gurih tanpa terasa berat.

Potongan ini cocok untuk pemula karena tidak perlu teknik khusus. Biasanya chadolbagi dicelupkan ke saus minyak wijen dengan garam sebelum dimakan. Rasanya ringan, tidak terlalu kuat, dan sering dijadikan “pembuka” sebelum mencoba potongan lain yang lebih berlemak atau berserat.

3. Galbi – Iga Sapi dengan Cita Rasa Klasik

Galbi adalah potongan iga sapi yang sudah sangat identik dengan Korean BBQ. Teksturnya empuk dengan kombinasi daging dan lemak yang pas. Galbi sering dimarinasi menggunakan kecap asin, gula, bawang putih, dan buah pir Korea untuk memberikan rasa manis-gurih yang khas.

Saat dipanggang, galbi menghasilkan aroma karamel yang kuat. Potongan ini cocok bagi yang menyukai daging berbumbu dan rasa yang lebih “nendang”. Karena sudah dimarinasi, galbi biasanya langsung siap makan tanpa tambahan saus lain.

4. Bulgogi – Irisan Tipis yang Lembut dan Manis

Bulgogi menggunakan daging sapi bagian has dalam atau sirloin yang diiris tipis. Daging ini dimarinasi cukup lama sehingga teksturnya sangat lembut dan rasanya meresap hingga ke dalam.

Berbeda dengan potongan lain yang dipanggang kering, bulgogi sering dimasak di atas grill datar atau wajan dengan sisa bumbu marinasi. Hasilnya lebih juicy dan sedikit berkuah. Bulgogi cocok untuk penikmat rasa manis-gurih dan tekstur daging yang tidak alot sama sekali.

5. Moksal – Leher Babi yang Seimbang

Moksal adalah potongan leher babi dengan kombinasi daging dan lemak yang seimbang, tapi tidak seberlemak samgyeopsal. Teksturnya lebih padat dan memiliki serat yang jelas, sehingga terasa “berisi” saat dikunyah.

Potongan ini biasanya dipanggang tanpa bumbu atau hanya dengan sedikit garam. Moksal cocok untuk kamu yang ingin rasa daging babi yang lebih clean dan tidak terlalu berminyak. Saat dimakan dengan saus atau banchan, rasanya jadi sangat seimbang.

6. Woo Samgyeop – Alternatif Sapi ala Samgyeopsal

Woo samgyeop sering disebut sebagai versi sapi dari samgyeopsal. Potongan ini berasal dari bagian perut sapi yang diiris tipis dengan lapisan lemak yang terlihat jelas. Saat dipanggang, lemaknya cepat meleleh dan memberikan rasa gurih yang kaya.

Karena lemaknya cukup tinggi, woo samgyeop paling enak dimakan selagi panas. Biasanya tidak dimarinasi agar rasa alami daging sapi tetap dominan. Cocok untuk pencinta daging berlemak yang ingin sensasi berbeda dari samgyeopsal babi.

Keunikan Korean BBQ terletak pada pemilihan potongan daging yang tepat dan cara menikmatinya. Dari samgyeopsal yang juicy, chadolbagi yang ringan, hingga galbi yang penuh rasa, setiap potongan punya karakter sendiri. Memahami jenis potongan ini akan membuat pengalaman Korean BBQ terasa lebih maksimal dan tidak asal memanggang. Bukan soal kenyang saja, tapi soal menikmati tiap gigitan dengan cara yang benar.