
Korean BBQ atau yang sering disebut gogi-gui bukan sekadar makan daging bakar. Di balik aroma daging yang dipanggang langsung di atas meja, ada budaya, tradisi, dan pengalaman makan bersama yang membuat kuliner ini terasa spesial.
BACA JUGA : Tren Korean BBQ 2026 Pengalaman Kuliner Modern
Tak heran kalau Korean BBQ sering dianggap sebagai salah satu ikon kuliner Korea yang paling “nagih” dan sulit dilupakan.
Asal-usul Korean BBQ yang Mendunia
Budaya Korean BBQ Legendaris memanggang daging di Korea sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada awalnya, daging sapi dan babi dipanggang secara sederhana untuk acara keluarga atau perayaan tertentu. Seiring waktu, teknik memanggang ini berkembang dan mulai dipadukan dengan bumbu khas Korea seperti kecap asin, bawang putih, minyak wijen, dan gochujang.
Masuknya Korean BBQ ke restoran modern membuat konsep ini semakin dikenal dunia. Kini, Korean BBQ bukan hanya soal makanan, tapi juga pengalaman sosial—di mana semua orang duduk mengelilingi panggangan dan memasak bersama.
Ciri Khas Korean BBQ yang Membuatnya Berbeda
Yang membedakan Korean BBQ dari barbeque negara lain adalah interaksi langsung saat makan. Pengunjung tidak hanya menunggu hidangan datang, tapi ikut memanggang daging sesuai selera. Tingkat kematangan bisa diatur sendiri, mulai dari juicy sampai garing.
Selain itu, Korean BBQ selalu ditemani berbagai banchan atau lauk pendamping seperti kimchi, acar lobak, bayam berbumbu, dan saus khusus. Kombinasi daging panas dengan banchan yang segar menciptakan keseimbangan rasa yang bikin ketagihan.
Jenis Daging Favorit dalam Korean BBQ
-6d69144cd74a478a81b0286b19cd79ba.jpg” alt=”Image” />
Beberapa jenis daging yang paling populer antara lain:
- Samgyeopsal: irisan perut babi tanpa bumbu yang dipanggang lalu dicelupkan ke saus.
- Bulgogi: daging sapi yang sudah dimarinasi dengan rasa manis-gurih.
- Galbi: iga sapi atau babi dengan bumbu khas yang meresap.
- Brisket Korea: irisan tipis daging sapi yang cepat matang dan lembut.
Setiap jenis daging punya karakter rasa berbeda, membuat pengalaman Korean BBQ terasa variatif meski dinikmati berulang kali.
Cara Menikmati Korean BBQ yang Autentik
Salah satu cara paling autentik menikmati Korean BBQ adalah dengan membungkus daging menggunakan daun selada atau perilla. Di dalamnya ditambahkan nasi, bawang putih panggang, saus ssamjang, lalu dimakan dalam satu gigitan. Sensasi segar, gurih, dan smoky bercampur jadi satu.
Di Korea, makan Korean BBQ sering dilakukan rame-rame. Suasana hangat, asap tipis dari panggangan, dan obrolan santai menjadi bagian penting dari kenikmatannya.
Mengapa Korean BBQ Selalu Bikin Nagih
Ada beberapa alasan kenapa Korean BBQ terasa sulit ditolak. Pertama, aroma daging yang dipanggang langsung memicu selera makan. Kedua, kombinasi rasa gurih, manis, asin, dan pedas terasa seimbang. Ketiga, pengalaman memasak sendiri memberi kepuasan tersendiri.
Selain itu, Korean BBQ cocok untuk berbagai suasana—mulai dari makan santai, kumpul keluarga, sampai perayaan kecil bersama teman.
Korean BBQ di Era Modern
Saat ini, Korean BBQ hadir dalam berbagai konsep, mulai dari restoran all you can eat hingga tempat premium dengan daging berkualitas tinggi. Meski tampil lebih modern, esensi Korean BBQ tetap sama: kebersamaan dan kenikmatan sederhana dari daging panggang yang dimakan hangat-hangat.
Korean BBQ bukan sekadar tren sesaat. Ia sudah menjadi bagian dari gaya hidup kuliner global, termasuk di Indonesia. Sekali mencoba, rasanya sulit berhenti—dan itulah alasan mengapa Korean BBQ selalu disebut sebagai kuliner legendaris yang bikin nagih.
Leave a Reply