Dalam dunia Korean BBQ, pilihan daging menjadi faktor utama yang menentukan pengalaman makan. Tiga jenis perbedaan daging yang paling sering muncul di menu—baik di restoran Korea autentik maupun restoran grill modern di Indonesia—adalah wagyu, beef short plate, dan brisket ala Korea.

BACA JUGA :  Sejarah & Filosofi Korean BBQ Premium

Sekilas ketiganya sama-sama daging sapi untuk dibakar, tetapi dari sisi struktur, rasa, tekstur, hingga cara menikmati, perbedaannya cukup signifikan. Memahami karakter masing-masing akan membantu Anda memilih daging yang paling sesuai dengan selera.

Wagyu: Lemak Tinggi dengan Tekstur Paling Lembut

Wagyu dikenal sebagai daging sapi premium dengan ciri utama marbling tinggi, yaitu sebaran lemak halus yang merata di seluruh serat daging. Lemak inilah yang membuat wagyu terasa sangat lembut dan juicy saat dipanggang.

Dalam konteks Korean BBQ, wagyu biasanya diiris tipis agar lemaknya cepat meleleh saat terkena panas grill. Proses pemanggangan tidak membutuhkan waktu lama—bahkan terlalu lama justru akan menghilangkan kelembutan alaminya. Karena rasanya sudah kaya, wagyu sering hanya dibumbui ringan, cukup dengan garam atau dicelupkan sebentar ke saus sederhana.

Dari segi rasa, wagyu cenderung buttery dan smooth, hampir meleleh di mulut. Inilah alasan mengapa wagyu lebih sering diposisikan sebagai menu premium dan disantap tanpa saus berlebihan agar karakter aslinya tetap menonjol.

Beef Short Plate: Favorit Korean BBQ yang Gurih dan Juicy

Beef short plate adalah potongan daging yang berasal dari bagian perut sapi, dekat dengan iga. Potongan ini memiliki lapisan lemak yang cukup banyak, tetapi tidak sehalus wagyu. Kombinasi antara daging dan lemak inilah yang membuat beef short plate sangat populer dalam Korean BBQ.

Berbeda dengan wagyu yang lembut sejak awal, short plate memberikan sensasi kenyal ringan dengan ledakan rasa gurih saat dikunyah. Lemaknya akan meleleh di atas grill dan menciptakan aroma panggang yang khas, sangat cocok dengan saus-saus ala Korea seperti ssamjang atau marinasi manis-gurih.

Di restoran Korea, beef short plate sering dimarinasi terlebih dahulu. Tujuannya bukan untuk menutupi rasa daging, tetapi memperkuat karakter gurih dan sedikit manis yang berpadu dengan aroma asap dari grill.

Brisket ala Korea: Tipis, Lean, dan Bersih di Rasa

Brisket ala Korea—sering disebut chadol—berasal dari bagian dada sapi. Karakter utamanya adalah lebih sedikit lemak dibanding wagyu dan short plate, sehingga tampilannya cenderung lebih merah dan ramping.

Karena relatif lean, brisket biasanya diiris sangat tipis. Teknik ini membuat daging cepat matang di atas grill dan tetap empuk meskipun kandungan lemaknya minim. Saat dipanggang, brisket menghasilkan rasa sapi yang lebih “bersih” dan ringan.

Dalam Korean BBQ, brisket jarang dimarinasi berat. Biasanya daging ini dicelupkan ke minyak wijen dan garam setelah dipanggang. Cara ini membantu menambah aroma dan kelembapan tanpa menghilangkan karakter asli daging.

Perbedaan Utama dari Ketiga Jenis Daging

Jika disederhanakan, wagyu unggul di kelembutan dan kemewahan rasa, beef short plate menonjolkan keseimbangan lemak dan daging, sedangkan brisket ala Korea menawarkan rasa sapi yang ringan dan tidak enek. Dari sisi pengalaman makan, wagyu cocok untuk porsi kecil namun memuaskan, short plate ideal untuk dinikmati bersama saus dan lalapan, sementara brisket pas untuk dimakan berulang tanpa terasa berat.

Mana yang Paling Cocok untuk Anda?

Pilihan terbaik sangat bergantung pada preferensi. Jika Anda menyukai daging yang super lembut dan kaya lemak, wagyu adalah jawabannya. Jika ingin sensasi Korean BBQ klasik yang juicy dan gurih, beef short plate menjadi pilihan aman. Namun jika Anda lebih menyukai daging ringan dengan rasa bersih dan tidak terlalu berminyak, brisket ala Korea adalah opsi yang paling seimbang.

Dengan memahami perbedaan ini, pengalaman Korean BBQ Anda tidak hanya sekadar makan daging bakar, tetapi benar-benar menikmati karakter unik dari setiap potongan.